Pages

Pages

M.IN'AMUL AUFA. Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Rabu, 02 Mei 2012

Pembelajaran dengan pendekatan Quantum teaching learning


MAKALAH
Pembelajaran dengan pendekatan Quantum teaching learning
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah “METODOLOGI PENDIDIKAN ISLAM ”
Dosen Pembimbing :
Prof. Dr. H. achmad patoni, M.Ag
 





Disusun oleh :
M. IN’AMUL AUFA             3211093081
Jurusan: Tarbiyah
Prodi:  PAI-C
Semester: IV
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) TULUNGAGUNG
 2011
KATA PENGANTAR
Teriring do’a sebagai seorang hamba, segenap ikhtiar sebagai seorang khalifah, dan segala puji syukur milik Allah SWT, Pencipta semesta alam, yang menaburkan kehidupan dengan penuh hikmah. Dengan limpahan rahmat, taufik serta inayah-Nya, penulis diberikan kekuantan untuk menyeleseikan makalah yang berjudul “ pembelajaran dengan pendekatan quantum teaching learning”.
Sholawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, sang penerang umat, juga kepada keluarga yang mulia,sahabatnya yang tercinta dan umatnya yang setia  akhir zaman semoga kita mendapat syafaat-Nya, Amien….
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini tidak terlepas dari bantuan dan partisipasi dari berbagai pihak, pada kesempatan ini  penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.             Dr. Maftukhin, M. Ag, selaku ketua STAIN Tulungagung
2.             Muhamad fatoni, M. Pd.I selaku dosen pembimbing
3.             Seluruh  pihak yang ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini.
Sebagaimana pepatah mengatakan  Tiada gading yang tak retak, maka penulisan makalah inipun tentunya dijumpai banyak kekurangan dan kelemahan. Untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan mengharap tegur serta saran-saran penyempurnaan, agar kekurangan dan kelemahan yang ada tidak sampai mengurangi nilai dan manfaat bagi pendidikan studi Islam pada umumnya.

                                                                                                   Tulungagung, 21 mei 2011
                                                                                                                                                                              Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……………........................................................................ 1
KATA PENGANTAR…….. ...............................................................................  2
DAFTAR ISI……………………… ....................................................................  3
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah ……………………………………………… 4
B.     Rumusan masalah ……………………………………………………..4
C.     Tujuan pembahasan................................................................. ………. 4
D.    Batasan Masalah.................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN                 
A.    Pengertian metode quantum teaching ……………………………......5
B.     Tujuan quantum teaching…………………………………………......6
C.      Konsep quantum teaching  ………………………..…..………..……9
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan  ………………………………………………………….10
B.     Harapan……..   ................................................................................ ..10

DAFTAR RUJUKAN






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Metodologi merupakan hal yang sangat penting dalam Pendidikan Agama Islam ( PAI ). Metode adalah suatu cara mengajar, yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Semakin baik metode yang digunakan, maka akan semakin efektif dan efisien pula pencapaian tujuannya. Dalam metode mangajar, faktor guru, siswa, bahan yang akan diajarkan, situasi, sarana, prasarana, serta fasilitas-fasilitas lainnya sangat besar pengaruhnya. Dengan banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi di dalam penggunaan suatu metode, maka sebenarnya cukup sulit bagi seorang guru untuk menetapkan metode yang paling baik dan harus dipakai di dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam agar pembelajaran tersebut berhasil. Dan metode quantum teaching merupakan salah satu metode yang dapat dipakai dalam proses pembelajaran agama ( PAI ).
B.     Rumusan masalah
1.      Bagaimana pengertian quantum teaching ?
2.      Apa tujuan metode quantum teaching ?
3.      Bagaimana konsep metode quantum teaching ?

C.    Tujuan makalah
1.      Untuk mengetahui pengertian quantum teaching.
2.      Untuk mengetahui tujuan quantum teaching.
3.      Untuk mengetahui konsep metode quantum teaching.

D.    Batasan makalah
Makalah ini disajikan hanya untuk membahas tentang pengertian, model, tujuan dan konsep metode belajar quantum teaching learninng.


BAB II
PEMBAHASAN

A.       Pengertian .
Quantum teaching berasal dari kata quantum yang berarti interaksi yang mengubah energy menjadi cahaya. Sedangkan quantum teaching itu sendiri bisa diartikan sebagai suatu orkestrasi bermacam – macam interaksi yang ada didalam dan sekitar momen belajar. Interaksi – interaksi ini mencakup unsure – unsure untuk belajar efektif yang mempengaaruhi kesuksesan siswa. Interaksi – interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain. Sehingga quantum teaching mencakup petunjuk spesifik untuk mencipatakan lingkungan belajar efektif merancang kurikulum menyampaikan isi memudahkan proses belajar di manapun dan apapun segala yang bersifat menyenangkan, enjoy, santai, dan meriah. Jadi belajar tidak harus di dalam kelas dan penataan yang khusus dan monoton, namun dimanapun tempatnya dan bagaimanapun  formasinya, asalkan itu bisa menyenagkan dan bisa memberikan motivasi pada guru maupun peserta didik, itulah yang dinamakan quantum teaching. [1]
Adapun pengertian Quantum Teaching Menurut Bobby De Porter yaitu: “Quantum Teaching adalah konsep yang menguraikan cara-cara baru dalam memudahkan proses belajar mengajar,  lewat pemaduan unsur seni dan pencapaian-pencapaian yang terarah, apapun mata pelajaran yang diajarkan.[2]
Quantum Teaching menjadikan segala sesuatu berarti dalam proses belajar mengajar, setiap kata, pikiran, tindakan asosiasi dan sampai sejauh mana mengubah lingkungan, presentasi dan rancangan pengajaran.
Sebagaimana ungkapan di atas, Colin Rose juga berpendapat bahwa Quantum Teaching adalah panduan praktis dalam mengajar yang berusaha mengakomodir setiap bakat siswa atau dapat menjangkau setiap siswa. Metode ini sarat dengan penemuan-penemuan terkini yang menimbulkan antusiasme siswa. Quantum Teaching menjadikan ruang-ruang kelas ibarat sebuah konser musik yang memadukan berbagai instrumen sehingga tercipta komposisi yang menggerakkan dari keberagaman tersebut. Sebagai guru yang akan mempengaruhi kehidupan murid, anda seolah-olah memimpin konser saat berada di ruang kelas.
B.       Tujuan quantum teaching
Adapun tujuan Quantum Teaching adalah untuk meraih ilmu pengetahuan yang luas dengan berdasarkan prinsip belajar yang menyenangkan dan menggairahkan. Terdapat perbedaan antara tujuan dan prioritas. Tujuan merupakan hasil akhir yang ingin diraih. Sedangkan prioritas merupakan tahapan-tahapan yang akan dilalui dalam mencapai tujuan. Menciptakan suasana yang dinamis dalam belajar, dengan memadukan berbagai unsur-unsurnya serta melakukan penggubahan, merupakan tahapan-tahapan untuk mencapai ilmu pengetahuan yang luas sebagai tujuan.
  1. Prinsip Quantum Teaching
  2. Model Quantum Teaching
Adapun prinsip Quantum Teaching adalah sebagai berikut:
1)      Segalanya berbicara 
Segalanya mulai dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh guru, dari kertas hingga rancangan pelajaran guru, semuanya mengirim pesan tentang belajar.
2).  Segalanya bertujuan
Semua yang terjadi dalam penggubahan kita, mempunyai tujuan. Oleh karena itu, Kathy Wagone membuat istilah yang memotivasi: “tetapkanlah sasaran tersebut agar bisa berprestasi setiap harinya”.
3).   Pengalaman Sebelum dan Pemberian Nama
Otak kita berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks, yang akan menggerakkan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, proses yang paling baik terjadi ketika siswa telah mendapatkan informasi sebelum memperoleh kesimpulan dari apa yang mereka pelajari.
4).  Akui Setiap Usaha
Belajar mengandung resiko. Belajar berarti melangkah keluar dari kenyamanan. Pada saat siswa mengambil langkah ini, mereka patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka. Seperti kata Noelle c. Nelson bahwa pujian atau penghargaan kepada seseorang atas karyanya memunculkan suatu energi yang membangkitkan emosi positif.
5).   Jika Layak Dipelajari, Layak Pula Dirayakan
Perayaan adalah sarapan para pelajar juara. Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan minat dalam belajar. Sehubungan dengan itu, Dryden berpesan bahwa ingatlah selalu untuk merayakan setiap keberhasilan.
 M o d e l
Model quantum teaching dianalogikan dengan sebuah simfoni, yang mana ada banyak unsure yang menjadi faktor pengalaman music. Dalam quantum teaching, unsure–unsur itu dibagi menjadi dua kategori, yaitu :
1) Tahap Pertama (Konteks)
Yang dimaksud dengan tahap pertama atau konteks yaitu tahap persiapan sebelum terjadinya interaksi di dalam kelas. Berhubungan dengan konteks, ada empat aspek yang harus dipersiapkan:
a)      Suasana, termasuk di dalamnya keadaan kelas, bahasa yang dipilih, cara menjalin rasa simpati dengan siswa, dan sikap terhadap sekolah dan belajar.
b)      Landasan, yaitu kerangka kerja: tujuan, keyakinan, kesepakatan, prosedur, dan aturan bersama yang menjadi pedoman untuk bekerja dalam komunitas belajar.
c)      Lingkungan, yaitu cara menata ruang kelas, pencahayaan, warna, pengaturan meja dan kursi, tanaman, dan semua hal yang mendukung proses belajar.
d)     Rancangan, yaitu penciptaan terarah unsur-unsur penting yang menimbulkan minat siswa, mendalami makna, dan memperbaiki proses tukar menukar informasi.
2) Tahap Kedua (Isi)
Tahap kedua isi merupakan tahap pelaksanaan interaksi belajar, hal-hal yang berhubungan dengan bagian ini adalah:
a)      Presentasi, yaitu penyajian pelajaran dengan berdasarkan prinsip-prinsip Quantum Teaching sehingga siswa mereka dapat mengetahui banyak hal dari apa yang dipelajari. Tahap ini juga diistilahkan pemberian petunjuk, yang bermodalkan dengan penampilan, bunyi dan rasa berbeda.
b)      Fasilitas, yaitu proses untuk memadukan setiap bakat-bakat siswa dengan kurikulum yang dipelajari, dengan kata lain bagian ini menekankan bagaimana keahlian seorang pengajar sebagai pemberi petunjuk, langkah-langkah apa yang akan ditempuh untuk mengakomodasi karakter siswa.
c)      Keterampilan Belajar, yaitu bagian yang mengajarkan bagaimana trik-trik dalam belajar yang tentu berdasarkan pada prinsip-prinsip Quantum Teaching, sehingga para siswa memahami banyak hal, meskipun dalam waktu yang singkat.
d)     Keterampilan Hidup, bagian ini mengajarkan bagaimana berkomunikasi dengan efektif dengan orang lain sehingga terbina kebersamaan dalam hidup. Keterampilan hidup diistilahkan juga keterampilan sosial.[3]

C. Konsep quantum teaching
Quantum Teaching merupakan konsep yang diturunkan dari Quantum Learning yang mempunyai motto membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan. Dari konsep Quantum Learning yang akan diterapkan dalam dunia bisnis, maka dibuatlah Quantum Bisnis, begitu pula konsep Quantum Learning yang akan diterapkan dalam interaksi belajar mengajar, maka dirancanglah konsep Quantum Teaching.
Quantum Teaching merupakan sebuah strategi untuk mempraktekkan Quantum learning di ruang-ruang kelas, berusaha memberikan kiat-kiat, petunjuk, dan seluruh proses yang dapat menghemat  waktu, mempertajam pemahaman dan daya ingat, membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat.[4]
Berdasarkan tujuan dari proses belajar mengajar, maka dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa untuk dapat mendapatkan wawasan yang luas, pembentukan sikap dan memberikan keterampilan, konsep Quantum Teaching  inilah langkah atau strategi yang komprehensif untuk meraih tujuan tersebut. Sedangkan kerangka rancangan belajar quantum teaching dikenal dengan istilah TANDUR, yaitu :
Ø  Tumbuhkan, menumbuhkan minat dengan memuaskan “apakah manfaat bagiku” (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan pelajar.
Ø  Alami, menciptakan atau mendatangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar.
Ø  Namai, menyediakn kata kunci, konsep, model, rumus, strategi sebagai sebuah masukan.
Ø  Demonstrasikan, memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menunjukkan bahwa mereka tahu.
Ø  Ulangi, menunjukan pelajar cara- cara mengulang materi dan menegaskan bahwa “aku tahu bahwa aku memang tahu”
Ø  Rayakan, pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi dan pemerolehan ketrampilandan ilmu pengetahuan. [5]
BAB III
PEMBAHASAN
A.    Kesimpulan

1.      Pengertian Quantum Teaching adalah konsep yang menguraikan cara-cara baru dalam memudahkan proses belajar mengajar, lewat pemaduan unsur seni dan pencapaian-pencapaian yang terarah, apapun mata pelajaran yang diajarkan.
2.       Tujuan Quantum Teaching adalah untuk meraih ilmu pengetahuan yang luas dengan berdasarkan prinsip belajar yang menyenangkan dan menggairahkan.
3.      Konsep quantum teaching adalah membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan.

B.    Harapan
Semoga penjelasan dari makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua dalam memahami metode pembelajaran dengan pendekatan belajar mengajar dengan pendekatan quantum teaching learning.









DAFTAR PUSTAKA
Ø  Patoni ahmad, metodologi pendidikan agama islam. Jakarta, PT. bina ilmu, 2004.
Ø  Bobby De Porter, Quantum Teaching, alih bahasa oleh Ary Nilandari (Cet. XI; Bandung: Kaifa, 2003),
Ø  Hamalik Oemar, Proses Belajar Mengajar (Cet. III; Jakarta: Bumi Aksara, 2004),








[1] Patoni ahmad, metodologi pendidikan agama islam. Jakarta, PT. bina ilmu, 2004. Hal 179
[2] Bobby De Porter, Quantum Teaching, alih bahasa oleh Ary Nilandari (Cet. XI; Bandung: Kaifa, 2003), hal. 3

[3] Patoni ahmad, metodologi pendidikan agama islam. Jakarta, PT. bina ilmu, 2004. Hal 180-181
[4] Hamalik Oemar, Proses Belajar Mengajar (Cet. III; Jakarta: Bumi Aksara, 2004), h. 77
[5] Patoni ahmad, metodedologi pendidikan agama islam, Jakarta, PT. bina ilmu 2004. Hal 181

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

JANGAN LUPA KRITIK DAN SARANNYA YACH....

Loading...

Total Tayangan Laman

Mengenai Saya

Foto Saya
TULUNG AGUNG, jatim, Indonesia
buku tamu
 

Blogger news

Blogroll

About