Pages

Pages

M.IN'AMUL AUFA. Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Jumat, 02 Desember 2011

Mazhab Imam Syafi’i
MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah “Perbandingan Mazhab”
Dosen pembimbing:
Ahmad Muhtadi Ansor M.Ag




Disusun oleh :
1. Mashart nasrudin (3211093085)
2. M Zetna Fahmi (3211093086)
3. Marina Tri Susanti (3211093087)
4. M. Saidah Ahsani (3211093084)
5. S. Masrokah (3211093089)
JURUSAN : TARBIYAH
PRODI : PAI-C
SEMESTER : IV
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) TULUNGAGUNG
November 2011
KATA PENGANTAR
Teriring do’a sebagai seorang hamba, segenap ikhtiar sebagai seorang khalifah, dan segala puji syukur milik Allah SWT, Pencipta semesta alam, yang menaburkan kehidupan dengan penuh hikmah. Dengan limpahan rahmat, taufik serta inayah-Nya, penulis diberikan kekuantan untuk menyeleseikan makalah yang berjudul” Mazdhab Imam syafi’i”.
Sholawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, sang penerang umat, juga kepada keluarga yang mulia,sahabatnya yang tercinta dan umatnya yang setia akhir zaman semoga kita mendapat syafaat-Nya, Amien….
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini tidak terlepas dari bantuan dan partisipasi dari berbagai pihak, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Dr. Maftukhin, M. Ag, selaku ketua STAIN Tulungagung
2. Ahmad Muhtadi Ansor M.Ag selaku dosen pembimbing
3. Seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini.

Sebagaimana pepatah mengatakan Tiada gading yang tak retak, maka penulisan makalah inipun tentunya dijumpai banyak kekurangan dan kelemahan. Untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan mengharap tegur serta saran-saran penyempurnaan, agar kekurangan dan kelemahan yang ada tidak sampai mengurangi nilai dan manfaat bagi pendidikan studi Islam pada umumnya.

Tulungagung, 10 November 2011

Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL………………………………………………………1
KATA PENGANTAR………………………………… ……………….…...2
DAFTA ISI…………………………………………………………………..3

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang………………………………………………………...4
B. Rumusan Masalah……………………………………………….….....4
C. Tujuan………………………………………………………………....4

BAB II PEMBAHASAN
A. Sejarah Mazdhab Imam syafi’i……………………………………..
B. Dasar-dasar yang digunakan Imam Syafi”i………………………….
C. Qaul Qadim dan Qaul Jadid Mazdhab Imam syafi’i………………..
D. Penyebaran Mazdhab Imam syafi’i…………………………………..
E. Peninggalan Imam syafi’i……………………………………………..
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………………………………………...

DAFTAR RUJUKAN…………………………………………..……………



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
azhab Syafi'i (bahasa Arab: شافعية , Syafi'iyah) adalah mazhab fiqih yang dicetuskan oleh Muhammad bin Idris asy-Syafi'i atau yang lebih dikenal dengan nama Imam Syafi'i. Mazhab ini kebanyakan dianut para penduduk Mesir bawah, Arab Saudi bagian barat, Suriah, Indonesia, Malaysia, Brunei, pantai Koromandel, Malabar, Hadramaut, dan Bahrain.
Pemikiran fiqh mazhab ini diawali oleh Imam Syafi'i, Beliau adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin as-Saib bin ‘Ubaid bin ‘Abdu Yazid bin Hasyim bin Murrah bin al-Muththalib bin ‘Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Lu`ay bin Ghalib Abu ‘Abdillah al-Qurasyi asy-Syafi’i al-Makki, keluarga dekat Rasulullah SAW dan putera pamannya. Ada banyak riwayat tentang tempat kelahiran Imam asy-Syafi’i. Yang paling populer adalah bahwa beliau dilahirkan di kota Ghazzah (Ghaza).

B. Rumusan masalah.
F. Bagaimana sejarah Mazdhab Imam syafi’i?
G. Apa dasar yang digunakan Imam Syafi”i?
H. Bagaimana Qaul Qadim dan Qaul Jadid Mazdhab Imam syafi’i?.
I. Bagaimana penyebaran Mazdhab Imam syafi’i?
J. Apa peninggalan Imam syafi’i setelah wafat?

C. Tujuan pembahasan maslah.
a). Menjelaskan tentang sejarah Mazdhab Imam syafi’i!
b). Menyebutkan dasar yang digunakan Imam Syafi”i!
c). Menjelaskan Qaul Qadim dan Qaul Jadid Mazdhab Imam syafi’i!.
d). Menjelaskan penyebaran Mazdhab Imam syafi’i!
e). Menerangkantentang peninggalan Imam syafi’i setelah wafat!


BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Mazdahab imam syafi’i.
Mazhab Syafi'i (bahasa Arab: شافعية , Syafi'iyah) adalah mazhab fiqih yang dicetuskan oleh Muhammad bin Idris asy-Syafi'i atau yang lebih dikenal dengan nama Imam Syafi'i. Mazhab ini kebanyakan dianut para penduduk Mesir bawah, Arab Saudi bagian barat, Suriah, Indonesia, Malaysia, Brunei, pantai Koromandel, Malabar, Hadramaut, dan Bahrain.
Madhab Imam syafi’I dilahirkan di khuzzah tahun 150 H, Ia meninggal dimesir pada tahun 204 H. sewaktu beliau berumur 7 tahun beliau telah hafal Al-Qur’an, Setelah beliau berumur 10 tahun beliau telah menghafal Al-Muatto’ (kitab beliau Imam malik) Setelah beliau berumur 20 tahun beliau mendapat izin dari gurunya (Muslim bin Kholid)nuntuk berfatwa. Kata ‘Ali bin Usman:.. Saya tidak pernah melihat orang yang lebih pintar dari pada syafi’I, Sesungguhnya tidak ada satu orangpun yang dapat menyainginya dimassa itu, ia pintar dalam segala pengetahuan, Sehingga dalam melontarkan anak panah dapat dijamin 90% akan mengenai sasarannya’’.
Setelah beliau hampir berumur 20 tahun beliau pergi kemadinah karena beliau mendengar kabar imam malik yang begitu terkenal seorang alim hadis dan fiqih, Disana ia beliau belajar kepada imam malik, Kemudian beliau berjalan ke irak, disana ia bergaul dengan Sahaba-sahabat imam abu Hanifah. Dan beliau trus ke parsi dan beberapa negri lain. Kira-kira beliau habiskan dua tahun untuk perjalanan ini.
Dalam perjalanan beliau ke negri-negri itu bertambahlah pengetahuan beliau tentang keadaan bahwa yang menimbulkan perbedaan adat dan Aklaq, sangat berguna bagi beliau sebagai alat untuk mempertimbangkan hukum peristiwa-peristiwa yang akan beliau hadapi, Kemudian beliau diperintah oleh Kholifah Harun Ar-Rosyit supaya tetap dibagdad. Setelah beliau dibagdad disanalah beliau menyiarkan agama dan pendapat-pendapat beliau diterima dari segala lapisan. Baik terhadap rakyat maupun pemerintahan dimana beliau bergaul, Bertukar pikiran dengan ulama-ulama dan Sahabat-sahabat imam Abu hanifah, sehingga dengan pergaulan dan pertukaran pikiran itu, beliau dapat menyusun pendapat qodim’’ (pendapat beliau yang pertama). Kemudian kembali ke Makkah samapi tahun 198 H. Kemudian bejalan lagi sampai ke mesir dan disana beliau menyusun pendapat beliau yang baru (Qaulul Jadid). Kata-kata syafi’I yang sangat perlu menjadi perhatian, terutama bagi ulama’ yang menyokong dan mengikuti madhab imam syafi’I ialah’:,, Apabila Hadist itu sah, itulah madhabku’’.

B. Dasar-dasar mazdahab Imam Syafi’i.
Dasar-dasar Mazhab Syafi'i dapat dilihat dalam kitab ushul fiqh Ar-Risalah dan kitab fiqh al-Umm. Di dalam buku-buku tersebut Imam Syafi'i menjelaskan kerangka dan prinsip mazhabnya serta beberapa contoh merumuskan hukum far'iyyah (yang bersifat cabang). Dasar-dasar mazhab yang pokok ialah berpegang pada hal-hal berikut.
1. Al-Quran, tafsir secara lahiriah, selama tidak ada yang menegaskan bahwa yang dimaksud bukan arti lahiriahnya. Imam Syafi'i pertama sekali selalu mencari alasannya dari Al-Qur'an dalam menetapkan hukum Islam.
2. Sunnah dari Rasulullah SAW kemudian digunakan jika tidak ditemukan rujukan dari Al-Quran. Imam Syafi'i sangat kuat pembelaannya terhadap sunnah sehingga dijuluki Nashir As-Sunnah (pembela Sunnah Nabi).
3. Ijma' atau kesepakatan para Sahabat Nabi, yang tidak terdapat perbedaan pendapat dalam suatu masalah. Ijma' yang diterima Imam Syafi'i sebagai landasan hukum adalah ijma' para sahabat, bukan kesepakatan seluruh mujtahid pada masa tertentu terhadap suatu hukum; karena menurutnya hal seperti ini tidak mungkin terjadi.
4. Qiyas yang dalam Ar-Risalah disebut sebagai ijtihad, apabila dalam ijma' tidak juga ditemukan hukumnya. Akan tetapi Imam Syafi'i menolak dasar istihsan dan istislah sebagai salah satu cara menetapkan hukum Islam.
C. Qaul Qadim dan Qaul Jadid.
Imam Syafi'i pada awalnya pernah tinggal menetap di Baghdad. Selama tinggal di sana ia mengeluarkan ijtihad-ijtihadnya, yang biasa disebut dengan istilah Qaul Qadim ("pendapat yang lama").
Ketika kemudian pindah ke Mesir karena munculnya aliran Mu’tazilah yang telah berhasil memengaruhi kekhalifahan, ia melihat kenyataan dan masalah yang berbeda dengan yang sebelumnya ditemui di Baghdad. Ia kemudian mengeluarkan ijtihad-ijtihad baru yang berbeda, yang biasa disebut dengan istilah Qaul Jadid ("pendapat yang baru").
Imam Syafi'i berpendapat bahwa tidak semua qaul jadid menghapus qaul qadim. Jika tidak ditegaskan penggantiannya dan terdapat kondisi yang cocok, baik dengan qaul qadim ataupun dengan qaul jadid, maka dapat digunakan salah satunya. Dengan demikian terdapat beberapa keadaan yang memungkinkan kedua qaul tersebut dapat digunakan, dan keduanya tetap dianggap berlaku oleh para pemegang Mazhab Syafi'i.

D. Penyebaran Mazhab Syafi'i.
Mazhab Syafi'i (warna Biru tua) dominan di Afrika Timur, dan di sebagian Jazirah Arab dan Asia Tenggara. Penyebar-luasan pemikiran Mazhab Syafi'i berbeda dengan Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki, yang banyak dipengaruhi oleh kekuasaan kekhalifahan. Pokok pikiran dan prinsip dasar Mazhab Syafi'i terutama disebar-luaskan dan dikembangkan oleh para muridnya. Murid-murid utama Imam Syafi'i di Mesir, yang menyebar-luaskan dan mengembangkan Mazhab Syafi'i pada awalnya adalah:
• Yusuf bin Yahya al-Buwaiti (w. 846)
• Abi Ibrahim Ismail bin Yahya al-Muzani (w. 878)
• Ar-Rabi bin Sulaiman al-Marawi (w. 884)
Imam Ahmad bin Hanbal yang terkenal sebagai ulama hadits terkemuka dan pendiri fiqh Mazhab Hambali, juga pernah belajar kepada Imam Syafi'i. Selain itu, masih banyak ulama-ulama yang terkemudian yang mengikuti dan turut menyebarkan Mazhab Syafi'i, antara lain:
• Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari
• Imam Bukhari
• Imam Muslim
• Imam Nasa'i
• Imam Baihaqi
• Imam Turmudzi
• Imam Ibnu Majah
• Imam Tabari
• Imam Ibnu Hajar al-Asqalani
• Imam Abu Daud
• Imam Nawawi
• Imam as-Suyuti
• Imam Ibnu Katsir
• Imam adz-Dzahabi
• Imam al-Hakim
E. Peninggalan Imam Syafi'i.
Imam Syafi'i terkenal sebagai perumus pertama metodologi hukum Islam. Ushul fiqh (atau metodologi hukum Islam), yang tidak dikenal pada masa Nabi dan sahabat, baru lahir setelah Imam Syafi'i menulis Ar-Risalah. Mazhab Syafi'i umumnya dianggap sebagai mazhab yang paling konservatif di antara mazhab-mazhab fiqh Sunni lainnya. Dari mazhab ini berbagai ilmu keislaman telah bersemi berkat dorongan metodologi hukum Islam yang dikembangkan para pendukungnya.
Karena metodologinya yang sistematis dan tingginya tingkat ketelitian yang dituntut oleh Mazhab Syafi'i, terdapat banyak sekali ulama dan penguasa di dunia Islam yang menjadi pendukung setia mazhab ini. Di antara mereka bahkan ada pula yang menjadi pakar terhadap keseluruhan mazhab-mazhab Sunni di bidang mereka masing-masing. Saat ini, Mazhab Syafi'i diperkirakan diikuti oleh 28% umat Islam sedunia, dan merupakan mazhab terbesar kedua dalam hal jumlah pengikut setelah Mazhab Hanafi

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pemikiran fiqh mazhab ini diawali oleh Imam Syafi'i, yang hidup di zaman pertentangan antara aliran Ahlul Hadits (cenderung berpegang pada teks hadist) dan Ahlur Ra'yi (cenderung berpegang pada akal pikiran atau ijtihad). Imam Syafi'i belajar kepada Imam Malik sebagai tokoh Ahlul Hadits, dan Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani sebagai tokoh Ahlur Ra'yi yang juga murid Imam Abu Hanifah. Imam Syafi'i kemudian merumuskan aliran atau mazhabnya sendiri, yang dapat dikatakan berada di antara kedua kelompok tersebut. Imam Syafi'i menolak Istihsan dari Imam Abu Hanifah maupun Mashalih Mursalah dari Imam Malik. Namun demikian Mazhab Syafi'i menerima penggunaan qiyas secara lebih luas ketimbang Imam Malik. Meskipun berbeda dari kedua aliran utama tersebut, keunggulan Imam Syafi'i sebagai ulama fiqh, ushul fiqh, dan hadits di zamannya membuat mazhabnya memperoleh banyak pengikut. Sedangkan dasar dari pada Imam syafi’i itu sendiri adalah Al-Quran, Asunnah, ijma’ dan Qiyas.


B. Harapan
Semoga penjelasan dari makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua dalam memahami tingkah laku kita, benar apa masih kurang benar.


DAFTAR RUJUKAN
• Rasyid, Sulaiman. FIQIH ISLAM. Attahiriyah:JAKARTA. Cet.17.
• Abu Zahrah, Muhammad, Imam Syafi'i: Biografi dan Pemikirannya dalam Masalah Akidah, Politik & Fiqih, Penerjamah: Abdul Syukur dan Ahmad Rivai Uthman, Penyunting: Ahmad Hamid Alatas, Cet.2 (Jakarta: Lentera, 2005).
• Naim, Ngainun. Sejarah pemikiran hukum Islam. STAIN:2005

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

JANGAN LUPA KRITIK DAN SARANNYA YACH....

Loading...

Total Tayangan Laman

Mengenai Saya

Foto Saya
TULUNG AGUNG, jatim, Indonesia
buku tamu
 

Blogger news

Blogroll

About