Pages

Pages

M.IN'AMUL AUFA. Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Jumat, 02 Desember 2011

LAPORAN HASIL SUPERVISI

LAPORAN
SUPERVISI MADRASAH TSANAWIYAH DARUL FALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah “praktikum supervisi”
Dosen Pembimbing :
Agus zaenul fitri


Disusun oleh :
1. Mohamad Nachru (3211093098)
2. Mohamad zetna fahmi (3211093083)
3. Lukiana eka novita sari (3211093075)
4. Maya Ismayanti (3211093112)
JURUSAN : TARBIYAH
PRODI : PAI-C
SEMESTER : IV
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) TULUNGAGUNG
2010
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Pentingnya supervisi pendidikan bagi kita yang nota bene calon guru/pengajar agar lebih memahami bagaimana supervise yang dilakukan di sekolah sekolah, maka dengan terjun secara langsung ke salah satu sekolahan yang nota bene adalah pelaku supervisi itu sendiri. Kami sengaja mengambil/observasi di MTS dikarnakan kami menganggap di sekolah tersebut mengalami menejemen yang bagus dan Kepala sekolah sebagai supervisor adalah sebagai orang yang aktif dalam mensupervisi para tenaga pengajar nya.
B. Rumusan makalah

a. Bagaimanakah peran kepala sekolah dalam pengembangan lembaga sekolah?
b. Apa sajakah strategi yang dilakukan kepala sekolah untuk memajukan lembaga sekolah?
c. Apa factor-faktor penghambat pengembangan mutu lembaga pendidikan di MTS Darul Falah?
C. Tujuan makalah
a. Kita dapat mengetahui peran kepala sekolah dalam pengembngan lembaga sekolah.
b. Kita dapat mengetahui strategi kepala sekolah dalam memajukan lembaga sekolah.
c. Kita dapat mengetahui factor penghambat pengembangan mutu lembaga pendidikan MTS Darul Falah.









BAB II
PEMBAHASAN

A . Peran Kepala madrasah sebagai inovator dalam mengembangkan
lembaga pendidikan Islam
Sebagai kepala madrasah bapak Supri dituntut untuk mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik sehingga madarasah sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam mampuberkembang dengan baik dan memenuhi kebutuhan stake holdernya. Sebagai usaha mengembangkan madrasah sebagai lembaga pendidikanIslam di atas, maka tentu kepala madrasah mempunya peranan yang sangat penting hal ini dapat dilihat dari kebijakan dan beberapa tindakan yang ada seperti sikap kretif,pragmatis, demokratis, delegatif, memberikan teladan,integrative dalam kegiatan madrasah, kontroktif dalam membina wargasekolah, adabtable dan fleksibel terhadap lingkungan sekitar. Dalam usaha pengembangan lembaga pendidikan Islam di MTs Darul Falah kepala madrasah turut berperan aktif dalam proses pengembnagan tersebut. Dalam usaha – usaha ini strategi yang kami gunakan pertama dangan menciptakan daya hayal terhadap apa yang harus diterapkan, pertimbangkan, dan kita musyawarohkan yang kemudian menjadi ketetapan, mengarahkan, memenuhi fasilitas, dan yang tak kalah penting kami selaku kepala madrasah memberi contoh, misalnya saya sebagai kepala madrasah harus berangkat 15 menit sebelum jam masuk dan berupaya menyapa para siswa dan berjabat tangan dengan mereka. Hal ini terbukti berpengaruh baik terhadap siswa, karena siswa
merasa lebih diperhatikan dan berupaya berangkat lebih pagi. Dari hasil penelitian lapangan, Bapak Supri dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai inovator dengan baik hal ini data tecermin dalam beberapa tindakan yang meliputi. Konstruktifistik, berusaha mendorong dan membina warga sekolah agar dapat berkembang secara optimal dalam melakuakan tugasnya dan kreatif, berusaha mencari gagasan atau ide – ide baru serta delegatif,yaitu berupaya mendelegasikan tugas kepada guru dan tenaga kependidikan sesuai dengan deskriptif tugas,
jabatan, dan kemampuan masing – masing dan berussaha menetetapakan target kegiatan berdasarkan kondisi, dan kemampuan nyata yang dimiliki setiap warga sekolah dan kemampuan yang dimiliki sekolah dan selalu member sebuah Keteladanan, harus berusaha memberikan contoh yang baik.

B. Strategi Kepala Madrasah dalam Proses Pengembangan Lembaga
Pendidikan Islam
Madrasah merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang keberadaannya ditengah – tengah masyarakat terutama masarakat Islam. Seiring perkembangan madrasah yang tumbuh dan berkembang untuk menjawab tantangan masyarakat, madrasah dituntut untuk mampu mengadakan
pengembangan - pengembangan diri sehingga keberadaan madrasah dinilai sangat penting oleh masyarakat. Dalam usaha pengembangan madrasah ada tiga faktor titik utama yang perlu
diperhatikan, meliputi:
1. Kecukupan sumber – sumber pendidikan untuk menunjang proses pendidikan, dalam arti kecukupan penyediaan jumlah dan mutu guru.
2. Mutu proses pendidikan itu sendiri, dalam arti kurikulum dan pelaksanaan pengajaran untuk mendorong belajar lebih efektif.
3. Mutu- output dari proses pendidikan, dalam arti keterampilan dan pengetahuan yang telah diperoleh para siswa.
Melihat teori diatas dapat dilihat bahwa usaha pengembangan kelembagaan madrasah tidak hanya tercakup dalam pengembangan proses belajar mengajar saja, akantetapi tercakup seluh aspek baik segi kurikulum, sarana prasarana yang mendukung, kualitas hubungan dengan msyarakat, dan
hasil lulusan yang kompeten sesuai dengan tantangan masyarakat sekitar. Menurut Ibrahim bafadal dalam desertasinya yang berjudul Proses perubahan di Sekolah bahawa “Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat”.

Berdasarkan hasil pengamatan di MTs Darul FAlah dalam menjalankan kepemimpinannya Bapak. Supri menggunakan beberapa strategi yang meliputi:

1. Meningkatkan partisipasi masyaraat dalam madrasah melalui
pembentukan Komite madrasah
Dalam upaya pengembngan lembaga pendidikan tidak lepas dari pola hubungan baik antara pihak lembaga dengan masyarakat sekitar terutama walimurid. Dalam hal ini sebagai kepala madrasah bapak Supri berusaha lebih meningkatkan kerjasama dengan pihak masyarakat yaitu dengan membentuk sebuah badan komite sekolah yang didalamnya terdiri dari tokoh masyarkat, tokoh pendidikan, walimurid, dan masyarakat umum. Hal ini sejalan dengan pernyataaan Bpk. Supri selaku kepala madrasah bahwa
“Kami MTS Darul Falah selalu menjaga profesaionalaitas, kami disisni ada karena masyarakat maka kami juga berkewajiban untuk memenuhi harapan masyarakat, maka dari itu kami selalu
mengedepankan lulusan kami. Pernyataan diatas sesuai dengan penuturan Bapak abu sufyan selaku ketua komite madrasah.“

2. Melaksanakan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di
madrasah
Salah satu strategi yang digunakan Bpk. Supri adalah dengan mencoba membaangun dan mengadakan fasilitas – fasilitas yang di perlukan di madrasah serta berupaya membangun sarana pendidikan yang kurang baik seperti pembangaunan gedung, pembangunan sarana
ibadah serta perluasan tanah sebagai sarana lapangan olah raga sisiwa. “Dalam usaha – usaha ini strategi yang kami gunakan pertama dangan menciptakan daya hayal terhadap apa yang harus
diterapkan, pertimbangkan, dan kita musyawarohkan yang kemudian menjadi ketetapan, mengarahkan, memenuhi fasilitas, dan yang tak kalah penting kami selaku kepala madrasah member contoh, misalnya saya sebagai kepala madrasah harus berangkat 15 menit sebelum jam masuk dan berupaya menyapa para siswa. Hal ini terbukti berpengaruh baik terhadap siswa, karena siswa merasa lebih diperhatikan dan berupaya berangkat lebih pagi. Segala fasilitas yang dapat mendukung proses pembelajaran kami berusaha memenuhinya.
Saya rasa, mengenai saran da prasarana di MTs ini masi kurang sekali. Oleh karena itu kami melakukan pemaksimalan dari sarana dan prasarana yang ada. Dengan pemaksimalan sarana prasarana ini, tentu sangat menguntungkan bagi madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam,
karena dengan tindakan kepala madrasah dalam upaya memfasilitasi madrasah meningkatkan daya kerjasama antara pihak madrasah dengan pihak masyarakat sarta madrasah mampu berprestasi di dunia pendidikan Islam dan pendidikan umum.



3. Melaksanakan optimalisasi manajemen madrasah
Madrasah ada oleh dan untuk masyarakat sehingga dengan keberadan madrasah system manajemen madrasah harus bersifar transparan atau terbuka. Dengan system transparansi ini maka madrasah akan lebih dipercaya oleh masyarakat karena dengan hal tersebut masyarakat
menjadi lebih mengetahui pola kerja, program dan terutama pendanaan pada madrasah. Sistem ini tidak akan terrealisasi dengan baik tanpa adanya pola kepemimpinan yang demokratis dan juga terbuka. Selain optimalisasi system manajemen madrasah sebagai kepala madrasah juga didukung berbagai tindakan yang mampu dijadikan gambaran bagibawahan. “Dalam usaha – usaha ini usaha yang kami gunakan pertama dangan menciptakan daya hayal terhadap apa yang harus
diterapkan, pertimbangkan, dan kita musyawarohkan yang kemudian menjadi ketetapan, mengarahkan, memenuhi fasilitas. Dari hasil penelitian yang dilaksanakn di MTsN Tunggagri dapat dilihat bahwa dalam upaya pengembangan lembaga pendidikan ini, sebagai kepala madrasah bapak Supri berusaha menggunakan beberapa tindakan yang meliputi:
1) Memantabkan struktur organisasi madrasah
2) Membudayakan musyawarah dan kerja sama dalam bekerja
3) Memberikan Keteladanan
4) Membiasakan sikap Percaya diri

4. Evaluasi
Dalam hal ini peran kepala sekolah sangatlah dibutuhkan untuk menjalankan kinerja para staf-staf yang ada dengan mengevaluasi kegiatan dan tindakan-tindakan selama kurun waktu tertentu. Mana yang perlu adanya perbaikan dan mana yang sekiranya perbuatan atau tindakan yang perlu di pertahankan. Intinya evaluasi disini berbenah diri dari kegiatan-kegiatan yang selama ini telah dikerjakan oleh kepala sekolah ataupun staf-staf yang ada di dalam lembaga tersebut.

5. Pengembangan bidang kesiswaan
Dalam usaha pengembangan madrasah ada tiga faktor titik utama yang perlu diperhatikan, meliputi:
a. Kecukupan sumber – sumber pendidikan untuk menunjang proses pendidikan, dalam arti kecukupan penyediaan jumlah dan mutu guru.
b. Mutu proses pendidikan itu sendiri, dalam arti kurikulum dan pelaksanaan pengajaran untuk mendorong belajar lebih efektif.
c. Mutu- output dari proses pendidikan, dalam arti keterampilan dan pengetahuan yang telah diperoleh para siswa. Dari teori diatas dapat dilihat bahwa salah satu bentuk pengembngan madrasah dengan lebih mengoptimalkan mutu dan kualitas lulusan yang meliputi ilmu pengetahuan dan ketrampilan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, salah satu bentuk pengembnagn lembaga di MTS Darul Falah dengan memperhatikan segi kegiatan dan kedisiplinan siswa
yang dikembangkan melui pengembangan bidang kesiswaan. Dalam hal
tersebut, kegiatan diarahkan untuk membiasakan siswa berprilaku disiplin,
sopan,tertib dan teratur. Pada program pengembangan diri siswa juga diperlukan pelatihan ketrampilan untuk mengasah minat bakat siswa baik dalam bentuk kegiatan ekstrakulikuler mapundalam kompetisi pengambangan diri siswa yang terjadwal dalam agenda mingguana kegiatan siswa. Dengan adanya kegiata – kegiatan siswa diharapak kualitas lulusan di madrasah mampu bersaing dengan lulusan non madrasah sehingga mampu meningkatkan citra baik madrasah dalam
pandangan masyarakat umum. Siswa madrasah tidak hanya pandai dalam bidang IPTEK dan Agama melainkan juga terampil.

C. Faktor Penghambat Untuk Kemajuan Pendidikan di MTS Darul Falah
Dalam hal ini sangat dipengaruhi oleh keterbatasan biaya yang telah dialami MTS Darul Falah karena lembaga ini tidak berdiri dari naungan Negara atau lembaga swasta dan di bentuk oleh yayasan, oleh karena itu lembaga sekolah ini dalam segi peningkatan mutu pendidikan sangatlah sulit. Walaupun ada perhatian dari pemerintah yang sudah masuk dan dirasakan oleh sekolah ataupun dari siswa sendiri, tapi itu tidak cukup untuk mengembangkan mutu pendidikan. Jadi selama ini para pendidik sangatlah bekerja keras untuk memeajukan mutu pendidikan dengan biaya yang sangatlah minim sekali. Bahkan dari segi pengajarnya dalam melakukan pekerjaannya tidak sesuai pada bidangnya. Selain itu dari factor tenaga pengajar sangatlah kurang sekali terbukti dengan merangkapnya satu guru pengajar untuk semua kelas yang ada pada lembaga sekolah MTS Darul Falah ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

JANGAN LUPA KRITIK DAN SARANNYA YACH....

Loading...

Total Tayangan Laman

Mengenai Saya

Foto Saya
TULUNG AGUNG, jatim, Indonesia
buku tamu
 

Blogger news

Blogroll

About